POTENSI PEMANFAATAN KULIT KEDELAI SEBAGAI PRODUK BERNILAI TAMBAH: TINJAUAN UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (Studi Review)
DOI:
https://doi.org/10.47219/jfp.v4i1.66Keywords:
kulit ari kedelai; ekonomi sirkular; pangan berserat; produk bernilai tambah; pemberdayaan masyarakatAbstract
Kulit kedelai merupakan hasil samping pemisahan kulit biji dalam pengolahan kedelai yang masih sering diperlakukan sebagai residu bernilai rendah. Padahal, bahan ini kaya serat pangan, mengandung protein, mineral, pektin, selulosa, hemiselulosa, dan senyawa fenolik yang dapat dikembangkan menjadi pangan berserat, pakan, bahan fermentasi, adsorben, biochar, maupun bahan baku bioproduk. Artikel ini bertujuan memetakan bukti ilmiah mengenai karakteristik kulit kedelai, pilihan produk bernilai tambah yang layak untuk skala masyarakat, prasyarat keamanan dan mutu, serta merumuskan kerangka pemberdayaan berbasis ekonomi sirkular. Tinjauan terarah dilakukan terhadap publikasi tahun 2015–2026 yang ditelusuri melalui Google Scholar, PubMed/PMC, DOAJ, Garuda, Crossref, dan situs penerbit terbuka menggunakan kombinasi kata kunci Indonesia dan Inggris. Literatur diseleksi berdasarkan relevansi bahan, kejelasan metode, keterhubungan dengan pengolahan atau pemberdayaan, dan ketersediaan teks lengkap. Sintesis menunjukkan bahwa produk berteknologi rendah hingga menengah—tepung komposit, abon atau nugget, pakan fermentasi, kompos, dan adsorben sederhana—lebih sesuai sebagai pintu masuk pemberdayaan dibanding ekstraksi senyawa murni atau biorefineri. Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh komposisi bahan, tetapi juga kontinuitas pasokan, penanganan higienis, pengeringan, pengujian keamanan, penerimaan sensori, biaya proses, akses pasar, pembagian peran, dan pendampingan pascapelatihan. Model yang diusulkan terdiri atas pemetaan residu, seleksi produk bersama mitra, standardisasi proses, uji kelayakan minimum, produksi percontohan, penguatan usaha, dan evaluasi dampak. Bukti yang tersedia mendukung kulit kedelai sebagai sumber daya lokal potensial, tetapi klaim kesehatan dan peningkatan pendapatan harus dibuktikan melalui pengujian produk serta evaluasi lapangan yang memadai.


