EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI DEPO RAWAT JALAN PADA PASIEN PNEUMONIA DENGAN METODE ATC/DDD DI RUMAH SAKIT X KABUPATEN SUKABUMI

Authors

  • Andi Ahriansyah Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor
  • Rantry Ristiantie Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor
  • Ariyanti Kusumadewi STTIF Bogor
  • Tyssa Mariyana STIKes Widya Dharma Husada Tangerang
  • Zainal Fiqri Ramadhan Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

DOI:

https://doi.org/10.47219/jfp.v4i1.58

Keywords:

pneumonia, antibiotik, ATC/DDD, evaluasi penggunaan antibiotik, rawat jalan

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan bawah yang masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko resistensi antimikroba sehingga diperlukan evaluasi penggunaan antibiotik secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, gambaran peresepan antibiotik, dan evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia rawat jalan di Rumah Sakit X Kabupaten Sukabumi menggunakan metode Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif berdasarkan data sekunder berupa resep elektronik dan rekam medis pasien pneumonia rawat jalan periode Januari–Juli 2023. Sampel penelitian sebanyak 115 resep yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis penggunaan antibiotik dilakukan secara kuantitatif menggunakan metode ATC/DDD dan dinyatakan dalam satuan DDD/1000 KPRJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien laki-laki merupakan kelompok terbanyak sebanyak 65 pasien (56,52%), sedangkan kelompok usia terbanyak adalah 46–55 tahun sebanyak 25 pasien (21,74%). Antibiotik yang digunakan meliputi levofloxacin sebanyak 78 resep (67,82%), azithromycin sebanyak 22 resep (19,13%), cefixime sebanyak 11 resep (9,57%), dan ciprofloxacin sebanyak 4 resep (3,48%). Hasil evaluasi penggunaan antibiotik menunjukkan bahwa levofloxacin memiliki nilai penggunaan tertinggi sebesar 350,0 DDD/1000 KPRJ. Dapat disimpulkan bahwa levofloxacin merupakan antibiotik yang paling dominan digunakan pada pasien pneumonia rawat jalan di Rumah Sakit X Kabupaten Sukabumi selama periode penelitian.

Kata Kunci: pneumonia, antibiotik, ATC/DDD, evaluasi penggunaan antibiotik, rawat jalan

Downloads

Published

2026-06-24

How to Cite

Ahriansyah, A., Ristiantie, R., Kusumadewi, A., Mariyana, T., & Ramadhan, Z. F. (2026). EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI DEPO RAWAT JALAN PADA PASIEN PNEUMONIA DENGAN METODE ATC/DDD DI RUMAH SAKIT X KABUPATEN SUKABUMI. Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal), 4(1), 15–20. https://doi.org/10.47219/jfp.v4i1.58