STUDI HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI TERHADAP PENGETAHUAN SWAMEDIKASI ANALGESIK ORAL PADA MASYARAKAT DESA KADUMANGGU BABAKAN MADANG BOGOR
DOI:
https://doi.org/10.47219/jfp.v4i1.54Keywords:
Analgesik, Swamedikasi, Sosiodemografi, Tingkat pengetahuan.Abstract
Swamedikasi merupakan upaya mengatasi gejala penyakit tanpa diagnosa dokter. Swamedikasi dilakukan sebagai alternatif karena hemat biaya, terutama untuk penyakit ringan. Analgesik adalah obat yang digunakan untuk meredakan atau menghilangkan rasa nyeri pada tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan), profil obat analgesik oral, keluhan yang dialami, tingkat pengetahuan dan hubungan sosiodemografi terhadap pengetahuan swamedikasi analgesik oral di Desa Kadumanggu Babakan Madang Kabupaten Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Data diambil secara prospektif menggunakan kuesioner pada 100 responden dengan teknik Cluster Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan responden terbanyak yang melakukan swamedikasi analgesik oral berusia 26-35 tahun (28%), jenis kelamin perempuan (56%), pendidikan SMA/SMK (33%), dan pekerjaan ibu rumah tangga (36%). Mayoritas responden menggunakan parasetamol (59%) dan keluhan terbanyak sakit gigi (46%). Gambaran tingkat pengetahuan swamedikasi analgesik oral kategori cukup (50%), baik (41%) dan kurang (9%). Hasil studi hubungan sosiodemografi terhadap pengetahuan swamedikasi analgesik oral menunjukkan adanya hubungan signifikan usia dan pendidikan (p-value usia 0,007 dan p-value pendidikan 0,000), namun tidak ada hubungan signifikan jenis kelamin dan pekerjaan karena didapatkan p-value 0,132 dan p-value 0,155.


